Selasa, 17 Februari 2015

12:51 PM

Deket deket ini lagi sering dengerin lagunya dari Kunto Aji - Terlalu Lama Sendiri, gak tau kenapa saya punya pikiran kalau lagu ini tuh ngajarin buat orang orang yang ngedengerin tuh mikir kalau lebih enak sendiri.


Tapi bener juga sih ada beberapa orang yang lebih asik sendiri ngelakuin apapun dan dimana pun, tapi dari beberapa orang itu yang asik sendiri itu juga ngerasa ada satu hal yang hilang, ada dua hal yang terlupakan dan ada tiga hal yang mungkin gak selamanya harus asik sendiri.

Saya juga salah satu orang dari beberapa orang yang asik sendiri karena sudah terlalu lama sendiri sih, jadi ada kenapa bisa mikir kalau emang lagu ini mewakili. tsaaaah

Ada sebait lirik yang saya suka dari lagu ini, pas bagian "Teman temanku berkata yang kau cari seperti apa ? Ku hanya bisa tertawa nanti pasti ada waktunya". Pas bait itu emang bener bener ngewakilin dengan pepatah lama "Semua indah pada waktunya" dan ini juga bikin malah bikin lebih asik sendiri karena semua pasti ada waktunya atau indah pada waktunya walau kadang ada sedikit rasa kesepian. ya ya ya ya eek.

Minggu, 01 Februari 2015

Bukan Permainan

Tak sengaja hari ini saya mendengar lagu lama yang dinyayikan oleh Gita Gutawa "Bukan Permainan", kau tau lagu itu ?

Saya menyukai salah satu bait dalam bait lagu itu, kamu tahu ? biar saya saya kasih tahu. Bait yang saya suka dalam lagu itu pada bagian "Tanpa kamu ku akan baik saja, Tanpa Aku kamu akan baik saja". Jadi tenang saja, semua akan baik baik saja, jangan kau pikirkan dan jangan sampai kau buat ini jadi sebuah permainan karena benar seperti judul lagu yang Gita Gutawa nyanyikan, ini bukan  permainan.

Apa kamu pernah bermain sebuah permainan ?

Pada akhirnya permainan harus ada yang kalah dan yang menang, siapa yang harus kalah diantara kita dan siapa yang harus menang diantara kita ? Jangan sampai kita saling iri oleh hasil dari permainan itu. Mari kita buat ini bersenang senang saja.

Sabtu, 31 Januari 2015

Jatuh Tempo

Pertemuan kita semua secara baik baik, kita bertemu tanpa pertengkaran atau apapun. Kita dipertemukan kau yang memintanya. Waktu itu katamu kau akan baik baik saja, kau juga bilang tidak akan memberiku beban ataupun menyusahkanku. Kau tersenyum manis dan memberiku segelas kopi yang kau buat sendiri dengan tanganmu atau juga terkadang menyuruh mbok yang bekerja ditempatmu.

Sekarang apa kabarmu ? dari kemarin aku mampir ketempatmu dan kau selalu tidak ada ditempat. kau melarikan diri ? jangan konyol.

Dulu kau tersenyum saat kau mengajukan permohonan kredit dan kini kau tertawa melihatku yang sedang kesusahan mencarimu dirumahmu, ditempat kerjamu, di rumah orang tuamu. kemana kau selama ini ? ini sudah waktunya bayar angsuran bulanan tapi kau malah menghilang. saya tak butuh janji bayarmu, yang saya butuhkan adalah angsuran kreditmu masuk dan saya terbebas dari tekanan perusahaan yang pada akhirnya selalu menyalahkan pegawainya bukan kalian.

Sebenarnya saya tak mau seperti ini, sebenarnya pun aku sayang kalian. berkat kalian juga saya bisa hidup sampai sekarang, tapi tolong lah seseorang yang pernah kalian beri senyuman ini.

Kutunggu balasanmu hari ini sampai pukul 17.00 WIB. tak peduli apapun jawabanmu, saya akan menunggu.


- Untuk Bapak/Ibu yang telah jatuh tempo



Jumat, 30 Januari 2015

Surat Tahunan

Hari #1

Setiap tahun saya selalu menuliskan surat cinta yang saya kirimkan kepada +Pos Cinta dan semoga setiap surat yang saya kirimkan sampai pada tujuannya.

Terima kasih telah membaca surat saya, semoga dengan saya mengirimi surat ini rasa rindu yang kau simpan bisa sedikit terobati. Itu pun jika kamu masih memiliki rasa itu, jika tidak tak apa. Saya juga hanya ingin memberimu kabar baik saja.

Kabar baiknya, sekarang saya sudah tak ingat lagi wajahmu, kelakuanmu dan saya sekarang sudah asik sendiri, benar benar asik sendiri.

Kabarmu tahun ini bagaimana ?
Apakah ada perubahan tiap tahunnya ?
Saya dengar tahun ini kau tak sendiri ya ?
Wah melegakan.

Jika kau ada waktu untuk bercerita tentangnya kabari saja saya, mungkin saya bisa menjadi teman curhat yang baik atau mungkin menjadi tempat dimana kamu sudah ingin pulang kerumah.

Mungkin untuk sekarang saya hanya bisa mengabarimu ini, jika ada waktu kirimi saya surat balasan.
Semoga harimu menyenangkan.


Minggu, 11 Januari 2015

Surat untuk dan dari Ve



"Jadi hubungan kita selama ini kamu anggap apa ?" Terdengar teriakan dari meja sebelahku.

   Semua mata tertuju padanya, apalagi mataku yang cuma dua ini, pasti menuju pada tempat dimana suara teriakan itu berasal. Suara seorang wanita yang berteriak duduk tak jauh dari tempat duduk saya. Dia duduk selang 1 bangku dari tempatku duduk ditempat makan itu. Keadaan menjadi hening sesaat wanita itu berteriak, bagaimana tidak hening karena cuma hanya ada saya pada saat itu ditempat makan itu, tidak ada lagi orang lain yang berada disana kecuali satu orang penjaga kasir yang duduk dimeja kasir yang sedang menghitung uang yang didapatkan hari ini. Seorang kasir itupun sepertinya tidak memperhatikan kejadian itu, mungkin karena lebih menghitung pendapatan hari dibandingkan harus menyaksikan seorang wanita dan pria sedang bertengkar. Benar! itu seorang wanita dan pria yang sedang bertengkar.

Keadaan menjadi hening, diam tanpa suara setelah teriakan itu.

   Apa yang harus saya perbuat dalam keadaan tersebut. ikut campur dalam pertengkaran pasangan itu ? JELAS BUKAN PILIHAN YANG TEPAT. Membekukan diri dan pura pura meminum secangkir es teh manis ? INI PILIHAN YANG TEPAT. Berpura puralah haus sehabis makan adalah pilihan yang tepat dibandingkan harus mengikut campuri masalah yang tidak pernah saya tahu asal mula.

Gadis Metropolitan


Source : www.fawnfruits.com
2 tahun setelah kepergiannya, kini dia pulang. Berkelana katanya ke ibukota untuk mencari sesuap nasi dan juga beberapa lembar kertas yang bernilai yang disebut uang. Perjalanannya memang baru sebentar, tak lama seperti orang orang lain dari kampungku yang telah merantau sebelumnya. Sepulangnya dari ibu kota, dia sangat terlihat berbeda. Anting yang bergelantungan di telinganya terlihat seperti gelang, kalung yang dipakainya terlihat seperti rantai kapal dan muka yang dahulu ku ingat seperti si iteng pada film kabayan kini berubah. Lebih terlihat seperti sahrini dengan tumpukan tepung terigu dimuka, itu bedak.

Yang aku ingat saat kepergiannya 2 tahun lalu, dia sempat berpamitan denganku. Dia meminta izin untuk bertarung dan ingin menaklukan ibu kota. Dia ingin mengubah nasibnya menjadi lebih baik dibandingkan untuk tetap tinggal dikampung yang setiap harinya hanya dapat memakan tempe dan tahu. Apabila ada kumpul-kumpul para warga, barulah kita menikmati hindangan yang begitu nikmat seperti daging kambing, sapi, ayam dan hewan hewan ternak yang disumbangkan warga untuk pesta rakyat itu. Itupun dilakukan hanya setahun sekali, jadi kita hanyak bisa makan enak sekali dalam setahun, sisanya kita hanya bisa makan seadanya saja.

BLOGGER TEMPLATES BY PEWE