Sabtu, 26 Juli 2014

Cerpen : Mengingat

Sabtu, 26 Juli 2014
Sekali lagi dalam tekanan, saya jatuh dalam permainan antara hidup dan mati. Sama seperti SAW dalam sebuah film yang kemarin saya tonton sendiri. Menyeramkan dan menyedihkan.

Entah dimana mana sekarang, tapi ini seperti sebuah ruang kelas sebuah taman kanak-kanak. sebuah ruangan yang dihiasi banyak hiasan origami dan juga banyak tertempel poster binatang dan disudut barat saya melihat sebuah lukisan yang menggambarkan seorang anak perempuan yang terlihat manis, tertera sebuah nama, mungkin dia yang menggambarnya. ESTIANA namanya. Saya pernah tau tentang nama itu, tapi dimana. saya lupa dan saya benar benar lupa dengan segalanya. kenapa saya disini, sejak kapan saya disini, apa yang saya lakukan sebelum ini. Semua kosong dalam ingatan saya. Saya cuma tahu bahwa nama saya Pe.

Masih dalam ruangan ini tiba tiba terdengar suara..

*kreeekkkk* Suara pintu

Seseorang masuk dalam ruangan ini, seorang pria. Dia terlihat tak asing, seperti saya kenal dengan pria ini, tapi saya lupa siapa dia.


 Dia duduk disebuah kursi kecil tepat didepan saya dan dia tidak berkata apapun ketika masuk dan duduk, dia hanya membisu sampai beberapa detik kemudian saya bertanya, "Dimana ini ? saya pernah mengenalmu, tapi siapa, saya lupa"

"Nama saya Erta" sautnya
"Lalu dimana ini ?" sahutku dengan suara keras.
"Tak perlu mengeraskan suara, duduk dan tenangkan dirimu dan saya akan menyakan beberapa pertanyaan padamu ?" Jawab Erta dengan melirik begitu tajam.


Saya pun duduk dan mencoba mengerti dari semua kejadian ini, tapi masih tak mendapatkan semua. semuanya kosong, saya lupa semua. saya benar benar lupa. Siapa Erta, mengapa dia ingin bertanya dan kenapa ini menjadi begitu rumit.

"Apakah kau mengenal Estiana ?" tanya Erta dengan santai.
"Estiana ? Saya gak pernah kenal dengan dia. yang saya tau hanya nama yang berada pada gambar di ujung itu dan untuk lainnya tentang Estiana saya benar benar lupa"
"Jika kau bertemu dengan Estiana, apakah kamu akan lakukan? Tanyanya lagi tetapi dengan wajah yang sangat serius.

APA! saya masih dalam kebinggunan mencari tau siapa Erta dan siapa Estiana dan kini saya harus ditanya tanya yang saya belum pernah tau jawabannya. Apa yang harusnya saya lakukan, lari ? kemana saya harus lari, pura pura mati. Saya belum mau mati.

"eeeeeeeeee, apa yang saya lakukan. Maksudnya ?" jawabku dengan nada terpatah patah
"ya, apa yang kamu lakukan pertama kali jika kau bertemu dengan Esti ?"
"Mungkin saya akan diam saja atau mungkin menyapanya jika saya memang mengenalnya"
"Lalu jika kau mengenalnya sangat dekat, apakah kamu mau menjaganya ?"

Apa-apaan ini, tiba tiba bertanya untuk menjaganya, saya saja benar benar tak tau dengan jelas siapa itu Esti, apa lagi untuk menjaganya. Memang saya ini satpam komplek apa.

"Tak tahu"
"Baiklah, cukup pertanyaan saya. saya serahkan semuanya padamu"

Dengan kata kata terakhirnya itu, dia mengangkatkan bokongnya dari kursinya dan berjalan menuju pintu. Entah apa yang dimaksud, saya masih memikirnya.

Keadaan menjadi tenang seketika ketia dia pergi, saya mencoba keluar dari pintu tersebut tetapi benar benar tidak bisa dibuka ataupun didobrak sekalipun. Saya terjebak dalam ruang kelas taman kanak-kanak ini. Dalam ruangan memang tak ada yang spesial kecuali gambar yang saya lihat tadi dan nama yang Erta tanyakan pada saya. Semua menjadi misteri dalam keadaan saya yang benar benar hilang ingatan seperti ini.

---

MENJADI GELAP
apa yang terjadi selanjutnya, memang dimana ini. mengapa semua terjadi begitu cepat dan mustahil untuk terjadi pada pikiran manusia. secara tiba tiba saya masuk dalam sebuah ruang kelas, lalu bertemu orang yang saya kenal tetapi saya lupa tentangnya. ini sebuah teka teki ?

TERBANGUN
semakin terang ketika mata ini dibuka kembali sebelumnya hanya gelap gulita. ini bukan mimpi, saya tidak tertidur. Saya hanya memejamkan mata sebentar dan semua tiba tiba banyak darah disekeliling saya. Saya tak mampu membangunkan badan ini, yang saya lihat hanya kerumunan orang orang yang berada dikeliling saya. saya masih hidup.

TERIAK
Saya mendengar seseorang teriak menyebutkan nama saya dan sisanya saya hanya mendengar bisik bisik kecil dari para orang yang berkerumun. Saya tahu suara siapa itu, saya mengigatnya. ESTIANA, ya benar ESTIANA saya mengigatnya. dia berteriak dan mengatakan tetaplah terjaga.

RUMAH SAKIT
Saya tersadar. saya tahu ini dirumah sakit dan tak perlu menayakan lagi saya dimana karena semua jelas serba putih dan ditangan saya tertancap jarum infus. Dan yang saya sadari adalah ada seorang wanita yang berada disamping saya. Ya, itu Esti. saya sangat kenal dengan dirinya, sangat mengenalnya karena dia adalah tunangan saya.

KENYATAAN
Tiba tiba saya mengingat semua, mulai dari awal semuanya terjadi. Saya sedang berjalan bersama Esti untuk membeli beberapa perlengkapan untuk pernikahan kita nanti. Saya menyebrang tiba tiba ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang dan saya melepaskan tangan Esti yang berada ditangan saya, lalu mendorongnya hingga ketepi jalan agar ia tidak terkena hantaman mobil tersebut.

Setelah itu yang saya sadari adalah bahwa yang mengendarai mobil tersebut adalah Erta yang tak lain adalah kakak dari Esti yang mengalami kejiwaan sexual. Dia dikejar oleh polisi karena dia menculik anak-anak kecil yang masih bersekolah ditaman kanak kanak untuk dijadikan pelampiasan sahwatnya. Erta memang begitu, dia sudah masuk keluar penjara beberapa kali dengan kejahatan yang sama. Memperkosa anak dibawah umur.

Saya tak menyalahkan siapapun dalam kejadian ini, karena dalam mimpi yang saya alami, Erta menanyakan apakah akan menjaga Esti ? dan saya jawab tidak tahu. Akhirnya saya tahu jawabnya, saya akan menjaga Esti selamanya karena Erta mendapatkan hukuman mati saat dipengadilan.
Read More..

Selasa, 22 Juli 2014

PRASANGKA

Selasa, 22 Juli 2014
Tanganmu hebat, diam diam suka menggertak
Tak seperti biasa kau lari kini kau sudah bermain jari
Apa yang kau punya sekarang, menurutmu itu bisa dikenang ? 
HAH..

Diam diam jadi pendiam.
Diam diam jadi semakin suram.
Itu yang ingin kau tunjukan, menujuk satu jari bahwa kini kau sudah menentukan ?
HIH..

Layaknya aku seperti seorang babu, menurut tanpa harus membuatmu ragu.
Kau yang berkuasa, aku yang semakin teraniaya.
Semakin berprasangka, aku patuh, duduk dengan hati meronta.
HOH..

HAH . . HIH. . HOH. .
HAH . . HIH. . HOH. .
HAH . . HIH. . HOH. .
HAH . . HIH. . HOH. .
HAH . . HIH. . HOH. .
HAH . . HIH. . HOH. .
Read More..

Rabu, 02 Juli 2014

Twitter tak seperti dulu

Rabu, 02 Juli 2014

Ya sesuai dengan judul, twitter engkau tak seperti yang dulu. Gak tau kenapa twitter udah gak sama kaya dulu lagi yang banyak mainan hastag, yang main sajak, ada yang absurd, ada yang jomblo-jombloan tapi walau kadang masih ada aja sih, tapi gak seramai kaya dulu. ngeliat dari beberapa bulan ini emang orang orang yang sering nyeloteh di twitter mulai berkurang kadar ngetweet walau masih ada aja yang konsisten, mungkin pada sibuk kali ya.

Kalau dulu saat puasa gini pasti banyak yang mainan ditwitter, mulai dari main singkat-singkatan, main tebak-tebakan, main upload-uploadan tapi twitter dibulan puasa ini beda. seisi twitter gue pada ngebahas masalah politik dan masalah bola. yang paling parah adalah gue gak paham antara keduanya. gue gak terlalu mau ikut campur masalah politik dan gue juga gak terlalu ngerti dengan bola, jadi akhirnya cuma bisa baca baca yang gak gue ngerti. Kalau kita ngetweet masalah ini atau itu diluar kedua hal itu jadinya bakal "out of topic" atau "apa sih lo nih, gak nyambung dengan apa yang lagi diomongin ditwitter" yayayaya, whatever lah. tapi itu yang bikin jadi binggung mau ngetweet apaan. Bisa dibilang udah gak satu minat, dulu sih follow orang orang yang seminat tapi sekarang seminatnya udah berubah. Dan dirasain juga twitter udah mulai sepi, mungkin pada pindah ke Path kali ya.

Emang sih tiap orang bakal beda beda dan gak bakal terus ngebahas itu itu mulu, tapi kenapa harus politik dan bola ?

Perubahan dari sendiri, apa yang dipikirin juga ada dalam diri sendiri. jadi tiap orang punya pikiran yang beda beda, jadi nikmatin aja twitter dengan bahasan itu. yah walau akhirnya berasa ada yang hilang aja. Selamat menjalankan ibadah puasa yang krik-krik ditwitter.
Read More..

Rabu, 25 Juni 2014

AYO LARI CUKIRUN

Rabu, 25 Juni 2014

Udah semingguan ini lagi mainin games android namanya COOKIE RUN. Gamesnya sih lari lari gitu, gak tau dah lari dari mana. Kenyataan mungkin. Tapi yang bikin seru dari games ini, hero yang kita pake ada banyak pilihan tapi semuanya karakternya dasarnya pada Cookie gitu. Mulai dari Ninja, Pegulat, Zombie, Angel, Iron Man dll.

Kalau gue liat liat sih ini game bener bener harus sabar. mulai dari cari coin untuk upgrade level cookienya dan juga petnya. sekali lari paling gue cuma bisa dapet sekitar 2000-3000 coin. sedangkan biaya upgrade perlevel bisa ngabisin 20.000++ coin. Jadi bener bener harus pinter2 nabung buat pilih-pilih mana yang harus di upgrade dulu.

Untuk video promonya juga bisa dibilang keren sih, promo gamesnya gitu dibuat kaya movie tapi cuma sekitar 1 menit sih. nih kaya dibawah :

dan yang paling seru itu kejar kejaran scorenya, untuk sekarang gue paling bisa sampe score 4Jt-an, tapi ada didalam list temen gue sampe angka 20Jt, anjis gila bener itu orang. pasti tiap hari kerjaannya main ini games doang. Bangun tidur langsung cukiran, nunggu makan siang sambil cukiran, lagi boker gak lupa sama cukiran dan mau tidur di nina boboin sama cukiran juga. (Orang orang sih biasanya nyebutnya/nulisannya cukiran bukan Cookie Run. Indo banget kan)

Tapi jujur, ini games menurut gue keren deh walau gamesnya mainstream lari-larian gitu tapi yang ngebuat kerennya itu ada dibagian banyak opsi yang bisa kita pilih, mulai dari karakter, pet dan juga peralatan yang harus kita pake. yah kurang lebih kaya gitu deh.

Gue juga sengaja bikin akun Line baru cuma buat main cukiran, soalnya klw make prime id bakal berisik sama notif yang ngirimin gift dllnya jadi mending bikin line baru khusus cukiran aja.

Buat yang udah main game ini, kenapa gak coba add line cukiran gue : pewerun. Dan yang belum main, cobain dah. siapa tau ketagihan.
Read More..

Kamis, 12 Juni 2014

Pukul 02.30

Kamis, 12 Juni 2014

Aku ingin duduk bersamamu lagi ditepian jalanan raya yang tiada hentinya lalu lalang kendaraan. Dari sana kita bisa melihat lampu lampu yang terus menyerang mata kita.
Aku menyuruhmu untuk membuat pandangan matamu menjadi jauh. katamu lampu yang menyerang menjadi indah, lalu kau tersenyum manja membuat bumi dan seisinya menjadi iri.
Akupun mengajakmu untuk berdiri ditengah jalanan yang ramai itu. Aku mencoba mengajakmu untuk mencari semesta yang berbeda, semesta yang tak selalu iri. Aku ingin membuaimu dialam yang jauh dan jauh lagi didalam benakmu.
Apakau mau ? 
Kita benturkan badan kita kearah kendaraan yang berjalan itu sambil tersenyum manja seperti apa yang kau berikan padaku beberapa menit yang lalu itu.
Apakah kau mau ?
Read More..

Saya Pulang

    


Akhirnya saya kembali pada tempat dimana saya seharusnya pulang, tempat dimana saya bisa kembali bercerita dan tempat dimana saya harus berbagi. Sudah lama rasanya berkelana kesana, kemari dan akhirnya tempat paling nyaman adalah rumah. Saya kembali pada Blogger.

Setelah beberapa waktu lalu berputar putar mencari tempat yang nyaman ternyata saya gak pernah nemuin tempat yang nyaman selain blogger. Saya coba untuk ngeblog di platform sebelah ternyata saya tidak gak ngerasa cocok. Ini bukan masalah cocok atau tidak sebenernya, di platform apapun kamu ngeblog pasti kamu memeliki cerita sendiri, tapi entah dengan saya.

Setelah mencoba sana sini, saya jadi males untuk ngeblog dan nulis lagi kaya dulu. Mungkin tulisan jadi 3 bulan sekali cuma 1 postingan. Tapi akhirnya saya kembali pada rumah, tempat dimana semua berkumpul, tempat dimana semua orang berbagi dan tempat dimana kalian juga tinggal. Semoga saya bisa diterima disini lagi bersama kalian, semua saya tidak jadi seperti anak yang hilang.

Saya Pulang.
Read More..