Minggu, 11 Januari 2015

Surat untuk dan dari Ve



"Jadi hubungan kita selama ini kamu anggap apa ?" Terdengar teriakan dari meja sebelahku.

   Semua mata tertuju padanya, apalagi mataku yang cuma dua ini, pasti menuju pada tempat dimana suara teriakan itu berasal. Suara seorang wanita yang berteriak duduk tak jauh dari tempat duduk saya. Dia duduk selang 1 bangku dari tempatku duduk ditempat makan itu. Keadaan menjadi hening sesaat wanita itu berteriak, bagaimana tidak hening karena cuma hanya ada saya pada saat itu ditempat makan itu, tidak ada lagi orang lain yang berada disana kecuali satu orang penjaga kasir yang duduk dimeja kasir yang sedang menghitung uang yang didapatkan hari ini. Seorang kasir itupun sepertinya tidak memperhatikan kejadian itu, mungkin karena lebih menghitung pendapatan hari dibandingkan harus menyaksikan seorang wanita dan pria sedang bertengkar. Benar! itu seorang wanita dan pria yang sedang bertengkar.

Keadaan menjadi hening, diam tanpa suara setelah teriakan itu.

   Apa yang harus saya perbuat dalam keadaan tersebut. ikut campur dalam pertengkaran pasangan itu ? JELAS BUKAN PILIHAN YANG TEPAT. Membekukan diri dan pura pura meminum secangkir es teh manis ? INI PILIHAN YANG TEPAT. Berpura puralah haus sehabis makan adalah pilihan yang tepat dibandingkan harus mengikut campuri masalah yang tidak pernah saya tahu asal mula.

Gadis Metropolitan


Source : www.fawnfruits.com
2 tahun setelah kepergiannya, kini dia pulang. Berkelana katanya ke ibukota untuk mencari sesuap nasi dan juga beberapa lembar kertas yang bernilai yang disebut uang. Perjalanannya memang baru sebentar, tak lama seperti orang orang lain dari kampungku yang telah merantau sebelumnya. Sepulangnya dari ibu kota, dia sangat terlihat berbeda. Anting yang bergelantungan di telinganya terlihat seperti gelang, kalung yang dipakainya terlihat seperti rantai kapal dan muka yang dahulu ku ingat seperti si iteng pada film kabayan kini berubah. Lebih terlihat seperti sahrini dengan tumpukan tepung terigu dimuka, itu bedak.

Yang aku ingat saat kepergiannya 2 tahun lalu, dia sempat berpamitan denganku. Dia meminta izin untuk bertarung dan ingin menaklukan ibu kota. Dia ingin mengubah nasibnya menjadi lebih baik dibandingkan untuk tetap tinggal dikampung yang setiap harinya hanya dapat memakan tempe dan tahu. Apabila ada kumpul-kumpul para warga, barulah kita menikmati hindangan yang begitu nikmat seperti daging kambing, sapi, ayam dan hewan hewan ternak yang disumbangkan warga untuk pesta rakyat itu. Itupun dilakukan hanya setahun sekali, jadi kita hanyak bisa makan enak sekali dalam setahun, sisanya kita hanya bisa makan seadanya saja.

Kamis, 08 Januari 2015

Cerita Mabuk Semalam #1

Beberapa hari kemarin saya mendengar lagi curhatan dari seorang teman, lagi lagi curhatan tentang "Cinta" atau "Pacar" atau "Eek" entahlah. Seorang teman membuka sebuah perbincangan tentang kenapa cewek zaman sekarang kok gak kaya dulu lagi. Katanya cewek zaman dulu untuk dideketin gampang, gak pake ribet ribet. cukup SMS "Hai" aja beberapa hari kemudian bisa jadi pacar. Luar biasa

Berbeda dengan pada masa ini, zaman ini, generasi ini katanya. Semua gak bisa berawal hanya dengan kata "Hai". Lagi lagi dia menggerutu ini semua akibat social media. Akibat twitter lah, akibat Path lah atau akibat instagram.

Minggu, 28 Desember 2014

Dipenghujung Akhir Desember

Dipenghujung akhir desember, sang bidadari mulai pulang.
Dia kembali ke tempat dimana dia seharusnya ada.

Diperhujung akhir desember, sang bidadari pulang tanpa perpisahan.
Dia menghilang tanpa ucapan selamat tinggal.

Dipenghujung akhir desember, saya lagi lagi sendirian.
Hanya ada rasa sakit akibat tamparan sang bidadari sehari sebelum kepulangannya.

Dia ingin pulang dengan meninggalkan kesal bukan kenangan.

Minggu, 16 November 2014

Lelaki kurang percaya diri

Saya hanya seorang lelaki yang biasa, tak berbadan besar apa lagi berotot. Rambut saya pun tidak bagus, sangat lepek. padahal saya hampir seminggu 3x untuk mencuci rambut ini dengan shamppo. Terkadang jika menggunakan minyak rambut, rambut ini bergelombang, tidak seperti orang orang yang lurus dan sangat mudah mengatur rambutnya. Kulitku pun tak seputih orang kebanyakan, kulit ini hitam terbakar, hitam kusam, hitam mati.

Lagi lagi saya mengeluh, tidak percaya diri, susah untuk menunjukan apa yang saya punya. Lalu apakah lelaki pujaanmu seperti saya ? Rasanya tidak mungkin, atau mungkin saya yang terlalu menutup diri dan tidak memiliki kepercayaan diri untuk saling bertukar sapa dikala mata ini beradu pandang.



Minggu, 28 September 2014

AWR!

Selalu saja mencari muka, dimana mukamu ? sudah hailang atau kau lupa menruhnya dimana ?
Diam diam kau mencari sebuah kesalahan untuk diumbar dan selalu saja ingin menjadi seseorang yang selalu berbeda dengan lainnya. Kau sudah berbeda, tak usah kau menjadi beda. Mukamu sudah terpasang bagus didinding dengan bingkai emas yang berkilau.

Belum cukup dengan mencari muka, diam diam sekarang kau sudah tak bisa dipercaya. Ya benar, kau bukan tuhan yang harus kita semua percayai, kau hanya manusia biasa, mungkin kau khilaf atau juga mungkin itu disengaja.


BLOGGER TEMPLATES BY PEWE